MAGNUM OPUS
Arahan
dari
Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)
Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution
Pihak
Rektorat, Dekanat, Jurusan, Program Studi, staf pengajar, mahasiswa/mahasiswi, regeneratif
The Greatest Generation, Generasi Boomer, Generasi X, Generasi Millenial,
Gen Z, Gen Alpha, Gen Beta, Gen Gamma, Gen Delta, Generasi Epsilon,
Generasi Sigma, Generasi Upsilon, Generasi Omega UANM (Universitas Agussalim
Nasution Mandailing) yang saya banggakan,
The Rectorate, Deans, Departments,
Study Programs, teaching staff, students, regenerative The Greatest Generation,
Boomer Generation, Generation X, Millennial Generation, Gen Z, Gen Alpha, Beta
Generation, Gamma Gene, Delta Gene,
Epsilon Generation, Generation Sigma, Generation Upsilon, Generation Omega of
ANMU (Agussalim Nasution Mandailing University) that I am proud of,
Kisi-Kisi
Materi KUANMET (Kuliah Universitas Agussalim
Nasution Mandailing Electronic
Teleconfence)
untuk
ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari UANM (Universitas Agussalim Nasution
Mandailing) dengan Misi Abadi untuk Perdamaian Abadi Dunia
13 April 2997, Kamis, untuk
ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa Electronic
Teleconference) Tahun 2997 (dua ribu sembilan
ratus sembilan puluh tujuh) Masehi ke Saat Ini (Now) Tahun
2026, 971 (sembilan ratus tujuh puluh satu) tahun, secara Arus Mudik, dari Kota
Medan Reinkarnasi Ilmu Asia ke Wajah Dunia Internasional Global Bumi, mewarisi
Peradaban dengan Amal Jariyah (Ilmu yang Bermanfaat) sebagai Tanggung Jawab
Moral Kita untuk Generasi ke Generasi Mendatang untuk Perdamaian Abadi Dunia
khususnya untuk rakyat Provinsi Sumatera Utara
April 13th,
2997 Thursday,
for the GOVERNOR of NORTH SUMATERA from the Timeline Scheduling of Agussalim
Nasution Mandailing University Lecture Throughout Time Electronic
Teleconference Year 2997 (two thousand and nine
hundreds and ninety seven) AD to the Present (Now) Year 2026, 971 (nine hundreds and seventy one) years, through the Homecoming Flow, from the City of Medan
Reincarnation of Asian Knowledge to the Face of the Global International World
of the Earth, inheriting Civilization with Amal Jariyah (Beneficial Knowledge)
as Our Moral Responsibility for Future Generations for Eternal World Peace
especially for the people of North Sumatra Province
Universitas Agussalim Nasution
Mandailing (UANM)
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Jurusan Teknik Pertambangan
Materi Kuliah
Kamis, 13
April Tahun 2997
Masehi
Agussalim Nasution Mandailing
University (ANMU)
The Faculty of Earth Sciences and
Technology
The Mining Engineering Department
Lecture Material
Thursday, April 13th,
Year 2997 AD
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 7 TAHUN 2026
TENTANG
STANDAR KEGIATAN USAHA PADA PENYELENGGARAAN PERIZINAN
BERUSAHA BERBASIS RISIKO SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
APPENDIX
I
REGULATION
OF THE MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER
7 OF 2026
CONCERNING
BUSINESS
ACTIVITY STANDARDS FOR RISK-BASED BUSINESS LICENSING IN THE ENERGY AND MINERAL
RESOURCES SECTOR
C. Subsektor Mineral Dan Batubara
C. Minerals and
Coal Sub-sector
2. Standar Kegiatan Usaha Berupa Izin Usaha Pertambangan
(Komoditas Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu, dan
Batuan).
2. Business Activity
Standards in the Form of a Mining Business License (Commodities: Non-Metallic
Minerals, Specific Non-Metallic Minerals, and Rocks).
Izin Usaha Pertambangan (Komoditas Mineral Bukan
Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu, dan Batuan)
Mining Business
License (Non-Metal Mineral Commodities, Certain Types of Non-Metal Minerals,
and Rocks)
KBLI:
(08101) Penggalian Batu Hias dan Batu Bangunan
Standard
Industrial Classification of Indonesia:
(08101)
Quarrying of Ornamental and Building Stone
Batu Hias dan Batu Bangunan
Decorative Stone
and Building Stone
kelompok material alam yang digali dari bumi untuk
keperluan estetika arsitektur serta struktur konstruksi. Contoh utamanya
meliputi marmer, granit, andesit, batu candi, dan batu paras. Dalam dunia
usaha, sektor ini diatur dalam klasifikasi baku seperti KBLI 08101.
A group of
natural materials extracted from the earth for architectural aesthetics and
structural construction purposes. Key examples include marble, granite,
andesite, temple stone, and *paras* stone. In the business sector, this
industry is governed by standard classifications, such as the Indonesian
Standard Industrial Classification (KBLI) code 08101.
Jenis dan Karakteristik
Types and
Characteristics
·
Batu Andesit: Keras, berwarna abu-abu gelap, tahan cuaca; bagus untuk
dinding luar dan lantai.
·
Batu Marmer
(Pualam): Indah, memiliki pola urat unik,
bisa dipoles mengkilap; cocok untuk lantai dan dinding interior mewah.
·
Batu Granit: Sangat kuat, tahan gores, tidak mudah rapuh; sering
dipakai untuk meja dapur atau lantai utama.
·
Batu Candi: Punya pori-pori besar, berwama gelap; pas untuk pilar atau
dinding luar bernuansa etnik.
·
Batu Paras: Lunak, mudah diukir; ideal untuk relief hiasan dinding artistic
• Andesite: Hard, dark gray, and
weather-resistant; excellent for exterior walls and flooring.
• Marble: Beautiful with unique veining
patterns and capable of a high-gloss polish; suitable for flooring and
luxurious interior walls.
• Granite: Extremely strong, scratch-resistant,
and durable; frequently used for kitchen countertops or main flooring.
• Candi Stone (Volcanic Tuff): Features large
pores and a dark color; ideal for pillars or exterior walls with an ethnic
aesthetic.
• Paras Stone: Soft and easy to carve; ideal
for artistic decorative wall reliefs.
Fungsi Utama
Key Functions
·
Konstruksi
Struktur: Fondasi bangunan, pengurukan
jalan, dan pilar penahan beban.
·
Dekorasi dan
Interior: Fasad rumah, pelapis dinding,
pilar taman, serta lantai estetis.
·
Seni dan
Lansekap: Patung, air mancur, ukiran
dinding, dan penghias area
• Structural Construction: Building foundations,
road embankments, and load-bearing pillars.
• Decoration and Interior: House facades, wall
cladding, garden pillars, and aesthetic flooring.
• Art and Landscaping: Sculptures, fountains,
wall carvings, and area ornamentation.
Ringkasan AI Google, diakses Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 10:07
WIB
Google
AI Overview, accessed Thursday, August 13th, 2026, at 10:07 Western
Indonesia Time
Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik, ekstrusif, komposisi menengah,
dengan tekstur afanitik hingga porfiritik. Dalam pengertian umum, Andesit adalah jenis peralihan
antara basal dan dasit, dengan rentang silikon dioksida (SiO2) adalah
57-63% seperti digambarkan di diagram TAS. Susunan mineral biasanya didominasi oleh plagioklas
ditambah piroksen dan / atau
hornblende. Magnetit, zirkon, apatit, ilmenit, biotit, dan garnet adalah
mineral aksesori umum.[1] Alkali feldspar
dapat hadir dalam jumlah kecil. Kelimpahan feldspar-kuarsa di batuan vulkanik
andesit dan lainnya diilustrasikan dalam diagram QAPF. Batuan andesit umumnya
ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di
wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah
dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal
dari nama Pegunungan Andes.
Andesite is a type of
intermediate-composition, extrusive volcanic igneous rock with an aphanitic to
porphyritic texture. Generally, andesite is considered an intermediate rock
type between basalt and dacite, with a silicon dioxide (SiO2) content ranging
from 57% to 63%, as shown on the TAS diagram. Its mineral composition is
typically dominated by plagioclase, accompanied by pyroxene and/or hornblende.
Common accessory minerals include magnetite, zircon, apatite, ilmenite,
biotite, and garnet.[1] Alkali feldspar may be present in minor amounts. The
abundance of feldspar and quartz in andesite and other volcanic rocks is illustrated
in the QAPF diagram. Andesite is commonly found in tectonic subduction zones
along continental margins—such as the west coast of South America—or in regions
of high volcanic activity, like Indonesia. The name "andesite" is
derived from the Andes Mountains.
Batu
andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga
perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini,
misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll.
Andesite is widely used
in megalithic structures, temples, and pyramids. It was also frequently used
for prehistoric artifacts, such as sarcophagi, stepped terraces, stone mortars,
stone tables, and statues.
Di
zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai material untuk nisan
kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca
untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah Magelang.
Today, andesite is still
used as a material for Chinese grave markers, grinding stones (cobek), herbal
mortars, garden lamp covers, and decorative statues. Magelang is one of the
centers for this andesite craftsmanship.
Pusat
kerajinan dan pemotongan batu Andesit juga terdapat di Kabupaten Cirebon dan Majalengka Jawa Barat. Karena di daerah ini banyak terdapat perbukitan yang merupakan
daerah tambang Batu Andesit. Untuk batu Andesit di daerah Cirebon umum nya
bewarna abu-abu dan terdiri dari 2 Jenis utama: Andesit Bintik dan Andesit
Polos.
Andesite stone cutting
and crafting centers are also located in the Cirebon and Majalengka Regencies
of West Java, as these areas feature numerous hills that serve as andesite
quarrying sites. Andesite from the Cirebon region is generally gray and comes
in two main varieties: speckled andesite and plain andesite.
Beberapa
area pertambangan (quarry) batu andesit di wilayah Cirebon
dan Majalengka adalah di daerah Cipanca, Cibereum, Gunung Koneng, dan Manceuri.
Untuk wilayah Kabupaten Cirebon, pusat penambangan dan pemotongan batu andesit
berada di kecamatan Dukupuntang dan Gempol[2] (Palimanan).
Penambang lokal biasanya menamakan batu andesit dengan nama daerah di mana batu
alam tersebut ditambang.
Several andesite
quarrying areas in the Cirebon and Majalengka regions include Cipanca,
Cibereum, Gunung Koneng, and Manceuri. Within Cirebon Regency, the centers for
andesite mining and cutting are located in the Dukupuntang and Gempol
(Palimanan) districts[2]. Local miners typically name the andesite stone after
the specific area where it is quarried.
Batu
andesit berada di dalam tanah. Maka, untuk mendapatkannya batu andesit perlu
digali. Penambangan batu andesit sering kali terkendala cuaca, perizinan, kepemilikan lahan dan
aspek lingkungan.
Andesite rock is found underground;
therefore, it must be excavated to be obtained. Andesite mining operations
often face challenges related to weather, permitting, land ownership, and
environmental aspects.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Andesit
diakses Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 10:10 WIB
Source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Andesit, accessed on Thursday, August 13th,
2026, at 10:10 Western Indonesian Time.
Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution
Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)
The
Founder
of
ANMU
(Agussalim
Nasution Mandailing University)
Jumat, 12 Februari 2010 Masehi ke Jumat 26 Desember Tahun 3000
adalah Penjadwalan Kuliah Umum UM (Universitas Mandailing)
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)
Rabu, 31 Desember tahun 3000 Masehi ke
saat ini adalah Penjadwalan Kuliah Reguler UANM (Universitas Agussalim Nasution
Mandailing)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar