https://www.youtube.com/@agussalimnasutionmandailing2/videos

Foto saya
UNTUK KE-GUBERNUR-AN SUMATERA UTARA DARI PENDIRI UM (UNIVERSITAS MANDAILING) FOR THE PROVINCIAL GOVERNOR OF SUMATERA UTARA FROM THE FOUNDER OF MU (MANDAILING UNIVERSITY)

Senin, 13 Juli 2026

13 Juli 2997, Kamis untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET (Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa Electronic Teleconference) Tahun 2997

 

MAGNUM OPUS

Arahan

dari

Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)
Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution


Link video

Pihak Rektorat, Dekanat, Jurusan, Program Studi, staf pengajar, mahasiswa/mahasiswi, regeneratif The Greatest Generation, Generasi Boomer, Generasi X, Generasi Millenial, Gen Z, Gen Alpha, Gen Beta, Gen Gamma, Gen Delta, Generasi Epsilon, Generasi Sigma, Generasi Upsilon, Generasi Omega UANM (Universitas Agussalim Nasution Mandailing) yang saya banggakan,

The Rectorate, Deans, Departments, Study Programs, teaching staff, students, regenerative The Greatest Generation, Boomer Generation, Generation X, Millennial Generation, Gen Z, Gen Alpha, Beta Generation, Gamma Gene, Delta Gene, Epsilon Generation, Generation Sigma, Generation Upsilon, Generation Omega of ANMU (Agussalim Nasution Mandailing University) that I am proud of,

 

Kisi-Kisi Materi KUANMET (Kuliah Universitas Agussalim Nasution Mandailing Electronic Teleconfence)

 

untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari UANM (Universitas Agussalim Nasution Mandailing) dengan Misi Abadi untuk Perdamaian Abadi Dunia 

 

13 Juli 2997, Kamis, untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET (Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa  Electronic Teleconference) Tahun 2997 (dua ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh) Masehi ke Saat Ini (Now) Tahun 2026, 971 (sembilan ratus tujuh puluh satu) tahun, secara Arus Mudik, dari Kota Medan Reinkarnasi Ilmu Asia ke Wajah Dunia Internasional Global Bumi, mewarisi Peradaban dengan Amal Jariyah (Ilmu yang Bermanfaat) sebagai Tanggung Jawab Moral Kita untuk Generasi ke Generasi Mendatang untuk Perdamaian Abadi Dunia khususnya untuk rakyat Provinsi Sumatera Utara

July 13th, 2997 Thursday, for the GOVERNOR of NORTH SUMATERA from the Timeline Scheduling of Agussalim Nasution Mandailing University Lecture Throughout Time Electronic Teleconference Year 2997 (two thousand and nine hundreds and ninety seven) AD to the Present (Now) Year 2026, 971 (nine hundreds and seventy one) years, through the Homecoming Flow, from the City of Medan Reincarnation of Asian Knowledge to the Face of the Global International World of the Earth, inheriting Civilization with Amal Jariyah (Beneficial Knowledge) as Our Moral Responsibility for Future Generations for Eternal World Peace especially for the people of North Sumatra Province

 

Universitas Agussalim Nasution Mandailing (UANM)

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

Jurusan Teknik Pertambangan

Materi Kuliah

Kamis, 13 Juli Tahun 2997 Masehi

Agussalim Nasution Mandailing University (ANMU)

The Faculty of Earth Sciences and Technology

The Mining Engineering Department

Lecture Material

Thursday, July 13th, Year 2997 AD

 

PERATURAN PEMERINTAH

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28

TAHUN 2025

TENTANG

PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO

GOVERNMENT REGULATIONS

REPUBLIC OF INDONESIA

NUMBER 28

YEAR 2025

ABOUT

IMPLEMENTATION OF RISK-BASED BUSINESS LICENSING

 

2.4 Lampiran I.D PP Nomor 28 Tahun 2025 (I.D.1-1056)

2.4 Attachment to I.D PP Number 28 of 2025 (I.D.1-1056)

 

D. PERIZINAN BERUSAHA SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

D. BUSINESS LICENSING IN THE ENERGY AND MINERAL RESOURCES SECTOR

 


 

 

No.

Number

Kode KBLI

Standard Classification Code for Indonesian Business Fields

Judul KBLI

Title of Standard Classification of Indonesian Business Fields

Ruang Lingkup

Scope

Skala Usulan

Proposed Scale

Tingkat Risiko

Risk Level

Perizinan Berusaha

Business Licensing

Persyaratan

Condition

Jangka Waktu Penerbitan

Publication Period

Kewajiban

Obligation

PB UMKU

Business Licensing to Support Business Activities

Parameter

Kewenangan

Authority

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

39

08104

Penggalian Pasir

Sand Excavation

Pengambilan pasir di wilayah izin usaha pertambangan Kelompok ini mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan pasir. Hasil dari penggalian pasir berupa pasir beton, pasir pasang (sedikit mengandung tanah), pasir uruk (banyak mengandu ng tanah) dan lainnya.

Sand extraction in mining business permit areas. This group includes the excavation, cleaning, and separation of sand. The results of sand extraction include concrete sand, tide sand (containing little soil), fill sand (containing a lot of soil), and others.

- Mikro

- Kecil

- Menengah

- Besar

- Micro

- Small

- Medium

- Large

Tinggi

High

NIB dan lzin

Business Identification Number and Permit

IUP Tahap Kegiatan Eksplorasi

1. Surat Permohonan

2. Nomor Induk Berusaha dalam hal tejadi pemutakhiran data

3. Susunan Pengurus, daftar pemegang saham, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha, koperasi, atau perseorangan dalam hal tedadi pemutakhiran data

4. Surat pernyataan dari ahli Pertambangan dan/atau geologi yang berpengalaman paling singkat 1 (satu) tahun

5. Surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan Iingkungan hidup

6. Bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan Kegiatan Eksplorasi

7. Bukti pembayaran biaya pencadangan wilayah dan pembayaran pencetakan peta WIUP atas permohonan wilayah

8. Surat keterangan Fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan

Mining Business Permit for Exploration Activities

1. Application Letter

2. Business Identification Number (NIC) in the event of data updates

3. Management structure, list of shareholders, and list of beneficial owners of the business entity, cooperative, or individual in the event of data updates

4. Statement letter from a mining and/or geological expert with at least 1 (one) year of experience

5. Statement letter of commitment to comply with laws and regulations in the field of environmental protection and management

6. Proof of placement of a guarantee for the seriousness of the implementation of Exploration Activities

7. Proof of payment of the area reserve fee and payment for printing the Mining Business Permit Area map upon the area application

8. Fiscal statement letter in accordance with the provisions of laws and regulations in the field of taxation

 

IUP Tehap Kcgiatan Operesi Produksi

1. Surat Permohonan 2. Nomor Induk Berusaha dalam hal terjadi pemutakhiran data

3. Susunan pengurus, daftar pemegang saham atau modal, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan dalam hal terjadi pemutakhiran data

4. Peta usulan WIUP tahap Kegiatan Operasi Produksi yang dilengkapi dengan koordinat berupa garis lintang dan garis bujur sesuai dengan sistem informasi geograhs yang berlaku secara nasional

5. Laporan lengkap tahap Kegiatan Eksplorasi

6. Laporan Studi Kelayakan yang telah disetujui oleh menteri

7. Dokumen lingkungan hidup dan persetujuan lingkungan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan

8. Dokumen Rencana Reklamasi dan Rencana Pasca tambang

9. Laporan keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik

10. Surat keterangan fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan

11.Bukti pelunasan iuran tetap tahap Kegiatan Eksplorasi tahun terakhir

Mining Business Permit for Production Operations

1. Application Letter 2. Business Identification Number (NIC) in case of data updates

3. Management structure, list of shareholders or capital, and list of beneficial owners of the business entity, cooperative, or sole proprietorship in case of data updates

4. Map of the proposed Mining Business Permit Area for the Production Operations stage, complete with coordinates in the form of latitude and longitude in accordance with the nationally applicable geographic information system

5. Complete report for the Exploration stage

6. Feasibility Study Report approved by the Minister

7. Environmental documents and environmental approvals issued by authorized agencies in accordance with statutory provisions

8. Reclamation Plan and Post-mining Plan Documents

9. Financial statements for the last 3 (three) years, audited by a public accountant

10. Fiscal statement in accordance with tax laws and regulations

11. Proof of payment of fixed contributions for the Exploration stage for the last year

 

 

Perpanjangan IUP Tahap Kegiatan Operasi Produtsi

Paling sedikit harus dilengkapi

1. Surat Permohonan 2. Peta dan batas koordinat wilayah

3. Bukti pelunasan iuran tetap dan iuran produksi atau pajak daerah 3 (tiga) tahun terakhir:

4. Surat keterangan fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan

5. Rencana kerja selama masa perpanjangan 6. Laporan akhir Kegiatan Operasi Produksi

7. Laporan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan Reklamasi 8. Neraca Sumber Daya dan Cadangan

Mining Business Permit Extension for Production Operations

The following must be completed at a minimum:

1. Application Letter

2. Map and coordinate boundaries of the area

3. Proof of payment of fixed fees and production fees or regional taxes for the last 3 (three) years:

4. Fiscal statement in accordance with tax laws and regulations

5. Work plan during the extension period

6. Final Production Operations Report

7. Report on Environmental Management and Reclamation Implementation

8. Resource and Reserve Balance Sheet

 

Surat Izin Penambangan Batuan

1. Surat Permohonan 2. Nomor Induk Berusaha

3. Susunan pengurus, daftar pemegang saham atau modal, dan daftar pemilik manfaat dari bumd/badan usaha milik desa, badan usaha swasta dalam rangka penanaman modal dalam negeri, koperasi, atau perusahaan perseorangan 4. Salinan kontrak/perjanjian pelaksanaan proyek pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah bagi permohonan SIPB untuk keperluan tertentu

5. Surat pernyataan untuk tidak menggunakan bahan peledak dalam kegiatan usaha penambangan 6. Surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

7. laporan keuangan 1 (satu) tahun terakhir yang ' telah diaudit oleh akuntan publik

8. Koordinat dan luas wilayah batuan jenis tertentu atau untuk keperluan tertentu yang dimohon

Rock Mining Permit

1. Application Letter 2. Business Identification Number

3. Management structure, list of shareholders or capital, and list of beneficial owners of a regional-owned enterprise (BUMD)/village-owned enterprise, private enterprise for domestic investment, cooperative, or sole proprietorship. 4. Copy of the contract/agreement for the implementation of a development project funded by the central or regional government for applications for a Rock Mining Permit for specific purposes.

5. Statement letter not to use explosives in mining activities. 6. Statement letter of commitment to comply with the provisions of laws and regulations in the field of environmental protection and management.

7. Financial statements for the last year audited by a public accountant.

8. Coordinates and area of ​​the specific type of rock or for the specific purpose requested.

 

Izin Pertambangan Rekyat

1. Orang Perorangan

a. Surat Permohonan b. Nomor Induk Berusaha

c. Salinan kartu tanda penduduk

d. Surat keterangan dari kelurahan/de sa setempat yang menyata-kan pemohon merupakan penduduk setempat dan melakukan kegiatan pertambangan rakyat

e. Surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta keselamatan pertambangan dan

f. Surat keterangan fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan

Community Mining Permit

1. Individual

a. Application Letter b. Business Identification Number

c. Copy of Resident Identity Card

d. Certificate from the local sub-district/village stating that the applicant is a local resident and is conducting community mining activities

e. Declaration of commitment to comply with laws and regulations regarding environmental protection and management, as well as mining safety and

f. Fiscal certificate in accordance with tax laws and regulations

 

2. Koperasi

a. Surat Permohonan b. Nomor Induk Berusaha

c. Salinan kartu tanda penduduk pengurus koperasi dilengkapi dengan salinan kartu tanda penduduk anggota koperasi

d. Surat keterangan merupakan penambang rakyat

e. Surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan serta keselamatan pertambangan f. Surat keterangan fiskal sesuaidari kelurahan/ desa setempat yang menyatakan seluruh pengurus dan anggota koperasi merupakan penduduk setempat dan anggota koperasi dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang perpajakan

2. Cooperative

a. Application Letter b. Business Registration Number

c. A copy of the cooperative administrator's identity card is accompanied by a copy of the cooperative member's identity card

d. Certificate of being an artisanal miner

e. Letter of statement of ability to comply with statutory provisions in the field of environmental protection and management and mining safety f. Appropriate fiscal certificate from the local sub-district/village stating that all management and members of the cooperative are local residents and members of the cooperative in accordance with the provisions of statutory regulations in the field of taxation

 

Perpanjangan lzin Pertambangan Rekyat

1. Orang Perorangan

a. surat permohonan b. peta dan batas koordinat wilayah

c. bukti pelunasan iuran pertambangan rakyat produksi 3 (tiga) tahun terakhir

d. laporan kegiatan (kegiatan tambang, pengelolaan lingkungan) dan

e. rencana penambangan selama perpanjangan

Extension of Community Mining Permit

1. Individuals

a. Application letter b. Map and coordinate boundaries of the area

c. Proof of payment of community mining production fees for the last 3 (three) years

d. Activity report (mining activities, environmental management) and

e. Mining plan during the extension

 

2. Koperasi

a. surat permohonan b. Peta dan batas koordinat wilayah

c. bukti pelunasan iuran pertambangan rakyat produksi 3 (tiga) tahun terakhir

d. laporan kegiatan (kegiatan tambang, pengelolaan lingkungan)

e. rencana penambangan selama perpanjangan dan

f. Susunan pengurus

2. Cooperative

a. Application letter b. Map and coordinate boundaries of the area

c. Proof of payment of community mining production fees for the last 3 (three) years

d. Activity report (mining activities, environmental management)

e. Mining plan during the extension and

f. Management structure

1. IUP Tahap Kegiatan Eksplorasi : 14 Hari

2. IUP Tahap Kegiatan Operasi Produksi:14 Hari

3. Perpanjangan IUP: 14 Hari

4. Surat lzin Pertambangan batuan 14 Hari

5. lzin Pertambangan Rakyat 14 Hari (jangka waktu tidak termasuk pelaksan aan kunjungan lapangan)

Kewajiben IUP

1. Menyampaikan dan mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RI(AB) sesuai tahap kegiatan, sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

2. Menyampaikan dan mendapatkan persetujuan Laporan Akhir Eksplorasi

3. Menyampaikan dan mendapatkan persetujuan akhir Laporan Studi Kelayakan

4. Mendapatkan persetujuan lzin Lingkungan, sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

5. Menyelesaikan Hak Atas Tanah sebelum melakukan Kegiatan Operasi pertambangan

6. Menyampaikan dan melaksanakan sesuai Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

7. Menyampaikan, mendapatkan persetujuan, dan melaksanakan Rencana Reklamasi dan Rencana Pasca tambang serta penempatan jaminannya

8. Melaksanakan pemasangan, pemeliharaan dan perawatan tanda batas WIUP sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

9. Menyampaikan Laporan Akhir Operasi Produksi dalam rangka permohonan perpanjangan IUP Operasi Produksi

10. Melaporkan kegiatan usaha secara berkala sesuai tahap I kegiatan IUP kepada Menteri/ Gubernur sesuai dengan kewenangannya

11. Memenuhi kebutuhan mineral dalam negeri sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

12. Memenuhi kewajiban penerimaan negara bukan pajak sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

13 Menyampaikan dan mendapatkan persetujuan Menteri/ gubernur sesuai kewenangannya atas perubahan pemegang saham badan usaha perseroan terbatas

14. Melaksanakan kaidah pertambangan yang baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundangundangan

15. Melaksanakan kewaiiban lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan penrndangundangan

Mining Business Permit Obligations

1. Submit and obtain approval of the Work Plan and Budget (RI(AB)) according to the activity stage, in accordance with statutory provisions.

2. Submit and obtain approval of the Final Exploration Report.

3. Submit and obtain final approval of the Feasibility Study Report.

4. Obtain approval of the Environmental Permit, in accordance with statutory provisions.

5. Resolve Land Rights before undertaking Mining Operations.

6. Submit and implement the Community Development and Empowerment Master Plan in accordance with statutory provisions.

7. Submit, obtain approval of, and implement the Reclamation Plan and Post-Mining Plan, as well as the placement of collateral.

8. Install, maintain, and care for Mining Business Permit boundary markers in accordance with statutory provisions.

9. Submit the Final Production Operation Report in order to apply for the extension of the Mining Business Permit.

10. Report business activities periodically according to Phase I of the Mining Business Permit to the Minister/Governor, in accordance with their authority.

11. Fulfilling domestic mineral needs in accordance with statutory provisions.

12. Fulfilling non-tax state revenue obligations in accordance with statutory provisions.

13. Submitting and obtaining approval from the Minister/Governor, in accordance with their authority, regarding changes in shareholders of limited liability companies.

14. Implementing proper mining principles in accordance with statutory provisions.

15. Carrying out other obligations in accordance with statutory provisions.

 

Kewajiban IPR 1. Melakukan kegiatan Penambangan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah IPR diterbitkan

2. Mematuhi peraturan perundangundangan di bidang keselamatan Pertambangan, pengelolaan lingkungan, dan memenuhi standar yang berlaku

3. Mengelola lingkungan hidup bersama Gubernur

4. Membayar Iuran Pertambangan Rakyat dan

5. Menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Usaha Pertambangan rakyat secara berkala kepada Gubernur

6. Wajib menaati ketentuan persyaratan teknis pertambangan 7. Melaksanakan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan

Obligations for Community Mining Permits: 1. Conduct mining activities no later than 3 (three) months after the Community Mining Permit is issued.

2. Comply with laws and regulations regarding mining safety, environmental management, and meeting applicable standards.

3. Manage the environment in collaboration with the Governor.

4. Pay Community Mining Fees and

5. Submit periodic reports on the implementation of Community Mining Business activities to the Governor.

6. Must comply with technical mining requirements.

7. Carry out other obligations in accordance with laws and regulations.

 

Kewajiban SIPB

1. Menyusun dan menyampaikan Dokumen Perencanaan Penambangan kepada Gubernur untuk mendapatkan persetujuan

2. Melakukan kegiatan penambangan  setelah mendapatkan Persetuluan Dokumen Perencanaan Penambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan

3. Melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan

4. Menerapkan kaidah Pertambangan yang baik

5. Menyelesaikan hak atas tanah dengan pemegang hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan

6. Menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan SIPB kepada Gubernur

7. Melaksanakan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan

Obligations for a Rock Mining Permit

1. Prepare and submit a Mining Planning Document to the Governor for approval.

2. Conduct mining activities after obtaining approval for the Mining Planning Document in accordance with statutory provisions.

3. Conduct environmental management and monitoring in accordance with statutory provisions.

4. Implement good mining practices.

5. Settle land rights with rights holders in accordance with statutory provisions.

6. Submit a report on the implementation of the Rock Mining Permit to the Governor.

7. Carry out other obligations in accordance with statutory provisions.

 

- IUP dalam rangka penanaman Modal dalam Negeri yang wilayahnya berada di lintas provinsi

- IUP dalam rangka penanarnan Modal dalam Negeri yang wilayahnya berada di wilayah laut lebih dari 12 mil laut - IUP dalam rangka penanaman Modal dalam Negeri yang wilayahnya berada dalam satu provinsi - IUP dalam rangka penanaman Modal dalam Negeri yang wilayahnya berada di wilayah laut sampai dengan 12 mil laut

- SIPB

- IPR

- Mining Business Permits for domestic investment in areas spanning across provinces

- Mining Business Permits for domestic investment in areas extending beyond 12 nautical miles of sea.

- Mining Business Permits for domestic investment in areas extending within one province.

- Mining Business Permits for domestic investment in areas extending beyond 12 nautical miles of sea.

- Rock Mining Permits

- Community Mining Permits

Menteri/ Kepala Badan

Minister/Head of Agency

 

 

halaman 566

 

 

Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution
Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)

The Founder

of

ANMU

(Agussalim Nasution Mandailing University)

14 Juli 2997, Jumat untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET (Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa Electronic Teleconference) Tahun 2997

 

MAGNUM OPUS

Arahan

dari

Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)
Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution


Link video

Pihak Rektorat, Dekanat, Jurusan, Program Studi, staf pengajar, mahasiswa/mahasiswi, regeneratif The Greatest Generation, Generasi Boomer, Generasi X, Generasi Millenial, Gen Z, Gen Alpha, Gen Beta, Gen Gamma, Gen Delta, Generasi Epsilon, Generasi Sigma, Generasi Upsilon, Generasi Omega UANM (Universitas Agussalim Nasution Mandailing) yang saya banggakan,

The Rectorate, Deans, Departments, Study Programs, teaching staff, students, regenerative The Greatest Generation, Boomer Generation, Generation X, Millennial Generation, Gen Z, Gen Alpha, Beta Generation, Gamma Gene, Delta Gene, Epsilon Generation, Generation Sigma, Generation Upsilon, Generation Omega of ANMU (Agussalim Nasution Mandailing University) that I am proud of,

 

Kisi-Kisi Materi KUANMET (Kuliah Universitas Agussalim Nasution Mandailing Electronic Teleconfence)

 

untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari UANM (Universitas Agussalim Nasution Mandailing) dengan Misi Abadi untuk Perdamaian Abadi Dunia 

 

14 Juli 2997, Jumat, untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET (Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa  Electronic Teleconference) Tahun 2997 (dua ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh) Masehi ke Saat Ini (Now) Tahun 2026, 971 (sembilan ratus tujuh puluh satu) tahun, secara Arus Mudik, dari Kota Medan Reinkarnasi Ilmu Asia ke Wajah Dunia Internasional Global Bumi, mewarisi Peradaban dengan Amal Jariyah (Ilmu yang Bermanfaat) sebagai Tanggung Jawab Moral Kita untuk Generasi ke Generasi Mendatang untuk Perdamaian Abadi Dunia khususnya untuk rakyat Provinsi Sumatera Utara

July 14th, 2997 Friday, for the GOVERNOR of NORTH SUMATERA from the Timeline Scheduling of Agussalim Nasution Mandailing University Lecture Throughout Time Electronic Teleconference Year 2997 (two thousand and nine hundreds and ninety seven) AD to the Present (Now) Year 2026, 971 (nine hundreds and seventy one) years, through the Homecoming Flow, from the City of Medan Reincarnation of Asian Knowledge to the Face of the Global International World of the Earth, inheriting Civilization with Amal Jariyah (Beneficial Knowledge) as Our Moral Responsibility for Future Generations for Eternal World Peace especially for the people of North Sumatra Province

 

Universitas Agussalim Nasution Mandailing (UANM)

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

Jurusan Teknik Pertambangan

Materi Kuliah

Jumat, 14 Juli Tahun 2997 Masehi

Agussalim Nasution Mandailing University (ANMU)

The Faculty of Earth Sciences and Technology

The Mining Engineering Department

Lecture Material

Friday, July 14th, Year 2997 AD

 

PERATURAN PEMERINTAH

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28

TAHUN 2025

TENTANG

PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO

GOVERNMENT REGULATION

OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

NUMBER 28 OF 2025

CONCERNING

THE IMPLEMENTATION OF RISK-BASED BUSINESS LICENSING

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

CHAPTER I

GENERAL PROVISIONS

 

Pasal 5

(1) Penyelenggaraan PB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf b dan/atau PB UMKU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c meliputi sektor:

d. energi dan sumber daya mineral;

Article 5

(1) The implementation of Business Licensing as referred to in Article 2 paragraph (2) letter b and/or Business Permits Supporting Business Activities as referred to in Article 2 paragraph (2) letter c includes the following sectors:

d. energy and mineral resources;

 

 

BAB V

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA

CHAPTER V

NORMS, STANDARDS, PROCEDURES, AND CRITERIA

 

Bagian Kedua

Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Sektor

Part Two

Sector Norms, Standards, Procedures, and Criteria

 

Paragraf 4

Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral

Paragraph 4

Energy and Mineral Resources Sector

 

Pasal 143

(1) PB sektor energi dan sumber daya mineral meliputi subsektor:

c. mineral dan batubara; dan

(2) PB UMKU sektor energi dan sumber daya mineral meliputi penunjang operasional dan/atau komersial kegiatan usaha yang terdiri atas subsektor:

c. mineral dan batubara;

(3) Kewajiban pemenuhan persyaratan dasar berupa KKPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a dikecualikan untuk PB dalam tahap survei dan tahap eksplorasi subsektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi, serta tahap kegiatan eksplorasi pada subsektor mineral dan batubara.

Article 143

(1) Business Licensing in the energy and mineral resources sector includes the following subsectors:

c. minerals and coal; and

(2) Business Licensing to Support Business Activities in the energy and mineral resources sector includes operational and/or commercial support for business activities, consisting of the following subsectors:

c. minerals and coal;

(3) The obligation to fulfill basic requirements in the form of Approval of Conformity for Spatial Utilization Activities as referred to in Article 12 paragraph (1) letter a is exempted for Business Licensing in the survey and exploration stages of the new, renewable energy, and energy conservation subsectors, as well as the exploration activity stage in the minerals and coal subsector.

 

 

BAB VII

PENGAWASAN

CHAPTER VII

SUPERVISION

 

Bagian Kedelapan

Pengawasan Sektor

Part Eight

Sector Oversight

 

Paragraf 4

Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral

Paragraph 4

Energy and Mineral Resources Sector

 

Pasal 270

(1) Pengawasan terhadap PB dan/atau PB UMKU pada sektor energi dan sumber daya mineral dilakukan oleh:

a. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral;

(2) Kewenangan Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh aparatur sipil negara bidang energi dan sumber daya mineral sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Article 270

(1) Supervision of Business Licensing and/or Business Permits to Support Business Activities in the energy and mineral resources sector is carried out by:

a. the minister who oversees government affairs in the energy and mineral resources sector;

(2) Supervisory authority as referred to in paragraph (1) is carried out by state civil servants in the energy and mineral resources sector in accordance with the provisions of laws and regulations.

 

Pasal 271

Dalam melaksanakan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270, menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral dapat mendelegasikan dan/atau melimpahkan kepada Pemerintah Daerah untuk melaksanakan Pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Article 271

In implementing Supervision as referred to in Article 270, the minister in charge of government affairs in the energy and mineral resources sector may delegate and/or delegate to Regional Governments the responsibility for Supervision in accordance with statutory provisions.

 

Pasal 272

Ketentuan mengenai tata cara pelaksanaan Pengawasan terhadap PB dan/atau PB UMKU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270, kompetensi, dan peningkatan kapasitas pengawas pada sektor energi dan sumber daya mineral diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral.

Article 272

Provisions regarding the procedures for implementing supervision of business permits and/or permits to support business activities as referred to in Article 270, the competence, and capacity building of supervisors in the energy and mineral resources sector are regulated in the regulations of the minister responsible for government affairs in the energy and mineral resources sector.

 

 

BAB XI

SANKSI

CHAPTER XI

SANCTIONS

 

Bagian Kedua

Sanksi bagi Pelaku Usaha

Part Two

Sanctions for Business Actors

 

Paragraf 4

Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral

Paragraph 4

Energy and Mineral Resources Sector

 

Pasal 372

(1) Dalam hal ketidaksesuaian atau pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 mengakibatkan timbulnya korban dan/atau kerusakan terhadap:

menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral atau gubernur sesuai dengan wilayah kerjanya mengenakan sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan sementara atau pencabutan PB dan/atau PB UMKU.

Article 372

(1) In the event that non-compliance or violation as referred to in Article 371 results in victims and/or damage to:

the minister who carries out government affairs in the field of energy and mineral resources or the governor in accordance with their work area shall impose administrative sanctions in the form of temporary suspension of activities or revocation of Business Permits and/or Business Permits to Support Business Activities.

 

Pasal 374

(1) Setiap Pelaku Usaha yang berdasarkan hasil Pengawasan ditemukan ketidaksesuaian atau pelanggaran terhadap PB dan/atau PB UMKU pada subsektor mineral dan batubara, dikenai sanksi administratif berupa:

Article 374

(1) Every Business Actor who, based on the results of Supervision, is found to have non-compliance or violations of PB and/or Business Permits to Support Business Activities in the mineral and coal sub-sector, shall be subject to administrative sanctions in the form of:

 

Pasal 382

(1) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369 ayat (1), Pasal 370, Pasal37I, Pasal 374 ayat (1), Pasal 376 ayat (3), Pasal 377 ayat (2), Pasal 378, dan Pasal 380 dilaksanakan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral, gubernur, bupati/wali kota, kepala Administrator KEK, atau kepala Badan Pengusahaan KPBPB sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Ketentuan mengenai tata cara pengenaan sanksi administratif, mekanisme, jangka waktu, upaya administratif, dan pejabat yang berwenang diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral.

Article 382

(1) The imposition of administrative sanctions as referred to in Article 369 paragraph (1), Article 370, Article 37I, Article 374 paragraph (1), Article 376 paragraph (3), Article 377 paragraph (2), Article 378, and Article 380 shall be implemented by the minister who administers government affairs in the energy and mineral resources sector, the governor, regent/mayor, head of the Special Economic Zone Administrator, or head of the Free Trade Zone and Free Port Authority in accordance with their respective authorities based on provisions of laws and regulations.

(2) Provisions regarding the procedures for imposing administrative sanctions, mechanisms, timeframes, administrative measures, and authorized officials are regulated by regulations of the minister who administers government affairs in the energy and mineral resources sector.

 

 

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28 TAHUN 2025

TENTANG

PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO

EXPLANATION

OF

GOVERNMENT REGULATION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

NUMBER 28 OF 2025

CONCERNING

THE IMPLEMENTATION OF RISK-BASED BUSINESS LICENSING

 

II. PASAL DEMI PASAL

II. ARTICLE BY ARTICLE

 

Pasal 147

Article 147

 

Ayat (a)

Yang dimaksud dengan "Lampiran II" adalah Lampiran II PB UMKU sektor energi dan sumber daya mineral yang mengatur mengenai lzin pengusahaan air tanah.

Article (a)

"Attachment II" means Attachment II to Business Licensing to Support Business Activities in the energy and mineral resources sector, which regulates groundwater business permits.

 

 

 

Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution
Pendiri
UANM
(Universitas Agussalim Nasution Mandailing)

The Founder

of

ANMU

(Agussalim Nasution Mandailing University)

13 Juli 2997, Kamis untuk ke-GUBERNUR-an SUMATERA UTARA dari Penjadwalan Linimasa UANM KS MET (Universitas Agussalim Nasution Mandailing Kuliah Sepanjang Masa Electronic Teleconference) Tahun 2997

  MAGNUM OPUS Arahan dari Pendiri UANM (Universitas Agussalim Nasution Mandailing) Agussalim, S.T. bin Abdur Rahim Nasution Lin...