Sabtu, 20 Januari 2018

KUM S3 MET, 20 JANUARI 2018

ROBURAN LOMBANG, PANYABUNGAN SELATAN, MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA - INDONESIA 



MENUJU BERDIRINYA UM (UNIVERSITAS MANDAILING)
TOWARDS THE ESTABLISHMENT OF MU (MANDAILING UNIVERSITY)

KUM S3 MET (KULIAH UMUM SABTU SORE SEPANJANG MASA ELECTRONIC TELECONFERENCE)
MPP(G) YMR, MAJELIS PIMPINAN PUSAT (GLOBAL) YAYASAN MANDAILING RAYA
LO BAFOR UM & MTs SHJ 
(LEMBAGA OTONOM BADAN FORMATUR UNIVERSITAS MANDAILING 
& MADRASAH TSANAWIYAH SRI HARAPAN JAYA) 
SABTU, 20 JANUARI 2018
 KPG (KANTOR PUSAT GLOBAL) MPP(G) YMR
MAJELIS PIMPINAN PUSAT (GLOBAL) YAYASAN MANDAILING RAYA
THE AFTERNOON SATURDAY PUBLIC LECTURE OF ALL TIME WITH ELECTRONIC TELECONFERENCE
OF THE CENTRAL (GLOBAL) LEADERSHIP ASSEMBLY 
OF THE GREAT MANDAILING FOUNDATION
THE AUTONOMOUS INSTITUTION OF THE FORMATTOR BODY OF 
MU (MANDAILING UNIVERSITY) & ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL OF SHJ (SRI HARAPAN JAYA)
SATURDAY, JANUARY 20th, 2018
AT THE GLOBAL CENTRAL  OFFICE OF 
THE CENTRAL (GLOBAL) LEADERSHIP ASSEMBLY 
OF THE GREAT MANDAILING FOUNDATION
BANGGUA, DESA ROBURAN LOMBANG, PANYABUNGAN SELATAN, MANDAILING NATAL,
SUMATERA UTARA - INDONESIA
































DOSEN :
LECTURER :

ABDUL KARIM LUBIS,
KEPALA LO SP4 (LEMBAGA OTONOM STUDI PERTANIAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN, DAN PETERNAKAN), THE HEAD OF THE AUTONOMOUS INSTITUTION OF THE STUDY FOR AGRICULTURAL, PLANTATION, FISHERY, AND LIVESTOCK.

MATA KULIAH UMUM :
GENERAL COURSE:

BUDIDAYA SEMANGKA DI DESA

MUATAN – MUATAN :
CONTENTS :

1.    Pembibitan.

1.1.  Bibit semangka cap Kapal Terbang.
1.2.  Bibit direndam jam 11 (sebelas) malam.
1.3.  Setelah bibit direndam baru bibit dikeringkan selama 15 menit.
1.4.  Ambil kain benang , lalu kain dibasahi dengan air, lalu bibit semangka dibungkus dengan kain benang yang basah tadi, disimpan di tempat sejuk.
1.5.  Setelah bibit semangka berkecambah, baru bibit tadi diambil tanah dan dibulatkan sebesar kelereng. Tanah yang dibulatkan tadi di ‘tarok’ di atas daun pisang. Tanah yang bulat tadi dibuat lubang untuk ‘manarok’ bibi semangka tersebut.
1.6.  Tanah yang bulat tadi sebagai ganti polybag.

1. Seedling.

1.1. Watermelon Seed of Brand Kapal Terbang.
1.2. Seeds soaked at 11 (eleven) nights.
1.3. After the seeds are soaked, the seedlings are dried for 15 minutes.
1.4. Take yarn cloth, then cloth moistened with water, then watermelon seedlings wrapped with wet yarn cloth was, stored in a cool place.
1.5. After the seedling of the watermelon germinated, then seed was taken the ground and rounded as big as marbles. The rounded ground was 'put' on top of a banana leaf. The round ground was made a hole for' put' the watermelon.
1.6. The rounded soil instead of polybag.

2.    Penanaman.

2.1.  Jarak 60 cm x 4 m
2.2.  Dengan cara ‘menyordang’ dengan kayu yang agak tumpul.
2.3.  Lubang bekas ‘ordang’ tadi dimasukkan pupuk NPK Cap Taon No (15), 5 (lima) biji dalam 1 (satu) lubang.
2.4.  Pupuk yang di dalam lubang tadi dilapisi lagi dengan tanah baru ditanami bibit.
2.5.   Pemangkasan dengan 2 jaluran, 1 batang.
2.6.  Jaluran 1 (satu) arah.
2.7.   Dengan buah 2 (dua) dalam 1 (satu) batang.
2.8.   Setelah 10 (sepuluh) hari akan panen, ujung tunas semangka dipotong agar tidak menjalar, supaya pupuk perginya ke buah.


2. Planting.

2.1. Distance 60 cm x 4 m
2.2. By way of 'menyordang' with a rather dull wood.
2.3. Used hole 'ordang' was added NPK fertilizer Brand Taon No (15), 5 (five) seeds in 1 (one) hole.
2.4. Fertilizer in the hole was coated again with soil then planted with seeds
2.5. Pruning with 2 channels, 1 stem.
2.6. Lane 1 (one) direction.
2.7. With fruit 2 (two) in 1 (one) stem.
2.8. After 10 (ten) days of harvest, the tip of the watermelon shoot is cut off so that it does not spread, so that the fertilizer goes to the fruit.

3.    Penyemprotan.

Diusahakan daun no.1 sampai daun no. 3 jangan rusak.
Antrakol.
Obat ulat (maseal/spontan)

3. Spraying.

Cultivated leaf no.1 until leaves no. 3 do not break.
Antrakol.

Caterpillar medicine (maseal / spontaneous)

4.    Pemupukan.
4.1.  Pupuk I, Posca.
4.1.1. Berdaun 2 (dua), semangka mulai pemupukan.
4.1.2. Posca 1 (satu) genggam dengan 10 (sepuluh) liter air.
4.1.3. 1 (satu) kaleng susu untuk 7 (tujuh) batang.
4.2.  Pupuk II.
10 cm kiri – kanan 3 (tiga) genggam, 1 (satu) kaleng susu, 2 (dua) batang.
4.3.  Pupuk III.
4 (empat) genggam, 1 (satu) batang, 1 (satu) kaleng susu, mutiara 1616.
4.4.  Obat kutu buah.
Muspilan (warna biru).
Semprot antracool (obat kuning yang kena ke tanah).

4. Fertilization.
4.1. Fertilizer I, Posca.
4.1.1. Leaf 2 (two), watermelon started fertilization.
4.1.2. Posca 1 (one) handheld with 10 (ten) liters of water.
4.1.3. 1 (one) milk can for 7 (seven) sticks.
4.2. Fertilizer II.
10 cm left - right 3 (three) handheld, 1 (one) milk can, 2 (two) sticks.
4.3. Fertilizer III.
4 (four) handheld, 1 (one) stem, 1 (one) milk can, 1616 pearl.
4.4. The medicine for fleas.
Muspilan (blue).
Spray antracool (yellow drug that hit the ground).


Sumber :
Source:

1.    Dari berbagai sumber.
1. From various sources.


2.    Google Translate.


Diketik dan diterjemahkan kembali oleh Agussalim, ST bin Abdur Rahim Nasution
Typed and translated again by Agussalim, ST bin Abdur Rahim Nasution


MAHASISWA :
COLLEGE STUDENTS :

1.    AGUSSALIM, ST BIN ABDUR RAHIM NASUTION, KETUM (KETUA UMUM) MPP(G) YMR, MEJELIS PIMPINAN PUSAT (GLOBAL) YAYASAN MANDAILING RAYA, THE GENERAL CHAIRMAN OF THE CENTRAL (GLOBAL) LEADERSHIP ASSEMBLY OF THE GREAT MANDAILING FOUNDATION.

2.    ASMAR NASUTION, KETHAR (KETUA HARIAN) MPP(G) YMR, MAJELIS PIMPINAN PUSAT (GLOBAL) YAYASAN MANDAILING RAYA, THE DAILY CHAIRMAN OF THE CENTRAL (GLOBAL) LEADERSHIP ASSEMBLY OF THE GREAT MANDAILING FOUNDATION

Jumat, 19 Januari 2018

KISI - KISI JBAR MGB SM NOMOR : 0140 AGUSTUS 2021

MENUJU BERDIRINYA UM (UNIVERSITAS MANDAILING)

TOWARDS THE ESTABLISHMENT OF MU (MANDAILING UNIVERSITY)
KISI-KISI KONTEN JURNAL ILMIAH UM (UNIVERSITAS MANDAILING)
TABLE OF SPECIFICATIONS OF THE SCIENTIFIC JOURNAL OF MU (MANDAILING UNIVERSITY)

JBAR MGB SM (JURNAL BULANAN ANALISIS RISET MIKRON GEN BIOLOGIS SEPANJANG MASA)
THE MONTHLY JOURNAL OF RESEARCH ANALYSIS OF BIOLOGIC GENETIC MICRON OF ALL TIME

AGUSTUS 2021
AUGUST 2021


Arahan Pendiri & Ketum (Ketua Umum)
MPP(G) YMR, Majelis Pimpinan Pusat (Global) Yayasan Mandailing Raya
Referrals from The Founder & The General Chairman of
The Central (Global) Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation
Agussalim, ST bin Abdur Rahim Nasution



Materi - Materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) di KPG (Kantor Pusat Global) MPP(G) YMR, Majelis Pimpinan Pusat (Global) Yayasan Mandailing Raya, Banggua, Desa Roburan Lombang, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara - Indonesia.
Materials of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference in The Global Head Office of The Central (Global) Leadership Assembly of The Great Mandailing FoundationBanggua, Desa Roburan Lombang, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara - Indonesia.


Agustus 2021
August 2021

Arahan Pendiri & Ketum (Ketua Umum) MPP(G) YMR, Majelis Pimpinan Pusat (Global) Yayasan Mandailing Raya,
The Direction from The Founder & The General Chairman of The Central (Global) Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation,
Agussalim, ST bin Abdur Rahim Nasution



Materi - Materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) di KPG (Kantor Pusat Global) MPP(G) YMR, Majelis Pimpinan Pusat (Global) Yayasan Mandailing Raya, Banggua, Desa Roburan Lombang, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara - Indonesia.
Materials of The Afternoon Saturday Public Lecture of All Time with Electronic Teleconference in The Global Head Office of The Central (Global) Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation, Banggua, Desa Roburan Lombang, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara - Indonesia.


Sabtu, 04 September 2021 Materi Kuliah Umum, “Eksistensi Bidang Pendidikan PT (Perguruan Tinggi) Departemen PBB TB (Pusat Bimbingan Belajar Tunas Bangsa) MPRT YMR (Majelis Pimpinan Rukun Tetangga Yayasan Mandailing Raya) di seluruh dunia yang dikonsentrasitaktiskan di Kabupaten Mandailing Natal" yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 0140/Agustus/2021.
Saturday, September 04th, 2021 2021 Public Lecture material - e-teleconference, "The Existence of The  Field of Education of Universities of The Department of The Centre for Study Tutoring  of Tunas Bangsa of  The Neighborhood Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation on worldwide is concerned and tacticed in Kabupaten Mandailing Natal" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biologic Gen Micron of All Time Number : 0140 / August / 2021.

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU)
Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Nomor: 10 TAHUN 1955 (10/1955)
Tanggal: 11 JULI 1955 (JAKARTA)
Sumber: LN 1955/44; TLN NO. 841
Tentang: PENGUBAHAN NAMA UNIVERSITEIT, UNIVERSITET, UNIVERSITIT, FACULTEIT, FACULTET DAN FACULTIT MENJADI UNIVERSITAS DAN FAKULTAS
*) Indeks: UNIVERSITAS DAN FAKULTAS.
Shape: Law
By: PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Number: 10 YEAR 1955 (10/1955)
Date: JULY 11th, 1955 (JAKARTA)
Source: LN 1955/44; TLN NO. 841
About: CHANGE OF NAMES OF UNIVERSITEIT, UNIVERSITET, UNIVERSITITE, FACULTEIT, FACULTET AND FACULTITE TO UNIVERSITY AND FACULTY
*) Index: UNIVERSITY AND FACULTY.


Presiden Republik Indonesia,
President of the Republic of Indonesia, 

Menimbang :
Considering :

bahwa dalam organisasi perguruan dan dalam perundang-undangan perlu ada keseragaman nama dan istilah bagi universitas dan fakultas sebagai pengganti dari kata-kata "universiteit" dan "faculteit", yang beraneka rupa;
that in college organizations and in legislation there is a need for uniformity of names and terms for universities and faculties in lieu of the words "universiteit" and "faculteit", which are diverse;

Mengingat :
Bearing in mind :

a. "Hoger Onderwijsordonanntie 1946" (Staatsblad 1947 No. 47), yang telah berulang-ulang diubah dan ditambah, terakhir dengan ordonansi termuat dalam Staatsblad 1949 No. 389;
a. "Hoger Onderwijsordonanntie 1946" (Staatsblad 1947 No. 47), which has been repeatedly amended and supplemented, most recently by the ordinance contained in the 1949 Staatsblad. 389;

b. "Universiteitsreglement1946" (Staatsblad 1947 No. 170), yang telah berulang-ulang diubah dan ditambah, terakhir dengan "verordening" termuat dalam Staatsblad 1949 No. 353;
b. "Universiteitsreglement1946" (Staatsblad 1947 No. 170), which has been repeatedly amended and supplemented, most recently by "verordening" contained in the 1949 Staatsblad. 353;

c. Undang-Undang Darurat No. 7 tahun 1950 tentang Perguruan Tinggi (Lembaran-Negara 1950 No. 9);
c. Emergency Law no. 7 of 1950 on Universities (Statute Book of 1950 No. 9);

d. Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1950 (Republik Indonesia dulu) tentang Universitit Negeri Gadjah Mada, yang telah diubah dan ditambah dengan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 1954 (Lembaran Negara 1954 No. 100);
d. Government Regulation no. 34 of 1950 (of the former Republic of Indonesia) on the State University of Gadjah Mada, which has been amended and supplemented by Government Regulation no. 58 of 1954 (State Gazette 1954 No. 100);

f. Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 1954 (Lembaran Negara 1954 No. 99), tentang pendirian Universitas Airlangga di Surabaya, yang telah diubah dan ditambah dengan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 1955 (Lembaran Negara 1955 No. 4);
f. Government Regulation no. 57 of 1954 (State Gazette 1954 No. 99), concerning the establishment of Airlangga University in Surabaya, which has been amended and supplemented by Government Regulation no. 3 of 1955 (State Gazette 1955 No. 4);

g. Undang-undang No. 4 tahun 1950 (Republik Indonesia dulu) tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah, yang dengan Undang-undang No. 12 tahun 1954 telah dinyatakan berlaku untuk seluruh Indonesia (Lembaran Negara 1954 No. 38);
g. Law no. 4 of 1950 (the former Republic of Indonesia) on the fundamentals of education and teaching in schools, which by Law no. 12 of 1954 has been declared valid for all of Indonesia (State Gazette 1954 No. 38);

Mengingat pula :
Given anyway :

pasal 89 dan 142 Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
articles 89 and 142 of the Provisional Constitution of the Republic of Indonesia

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;
With the approval of the People's Legislative Assembly;

MEMUTUSKAN :
HAS DECIDED: 

Menetapkan:
Set:

UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN NAMA UNIVERSITEIT, UNIVERSITET DAN UNIVERSITIT, FACULTEIT, FACULTET DAN FAKULTIT MENJADI UNIVERSITAS DAN FAKULTAS.
ACT ON THE CHANGE OF NAMES OF UNIVERSITEIT, UNIVERSITET AND UNIVERSITEIT, FACULTEIT, FACULTET AND FACULTIT TO UNIVERSITY AND FACULTY.

Pasal 1.  
Article 1.

Dalam segenap undang-undang, peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan di mana tercantum kata atas nama :
Within all laws, the rules and provisions in which the words are listed in the name of:

a. "universiteit", "universitet" dan "universitit" kata atau nama itu harus dibaca dalam bahasa Indonesia "universitas";
a. "universiteit", "universitet" and "universitit" the word or name must be read in the Indonesian language "universitas";

b. "faculteit", "fakultet" dan "fakultit" kata atau nama itu harus dibaca dalam bahasa Indonesia "fakultas";
b. "faculteit", "facultet" and "facultit" the word or name must be read in the Indonesian language "fakultas";

c. "Universiteit van Indonesia" nama itu harus dibaca dalam bahasa Indonesia "Universitas Indonesia".
c. "Universiteit van Indonesia" the name must be read in the Indonesian language "Universitas Indonesia".

Pasal 2
Article 2

(1) Universitas negeri berbunyi "Universitit Negeri Gadjah Mada" ditetapkan kini menjadi "Universitas Gajah Mada".
(1) The state university reads "Universitit Negeri Gadjah Mada" is now defined as "Universitas Gajah Mada".

(2) Nama "Universiteit van Indonesie" atau "Universitet Indonesia" ditetapkan kini dalam bahasa Indonesia menjadi "Universitas Indonesia".
(2) The name "Universiteit van Indonesie" or "Universitet Indonesia" is set now in Indonesian to "Universitas Indonesia".

Pasal 3
Article 3

Undang-undang ini dapat disebut "Undang-undang tentang nama Universitas dan Fakultas" dan mulai berlaku pada hari diundangkan. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
This law may be called "Law on the name of the University and Faculty" and shall come into force on the day of promulgation. In order for anyone to be informed, it is ordered that this law be enacted by placement in the Gazette of the Republic of Indonesia.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 11 Juli 1955.
Ratified in Jakarta on July 11th, 1955.

Presiden Republik Indonesia,
President of the Republic of Indonesia,

ttd. SUKARNO.
Sign SUKARNO.

Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan,
ttd. MUHAMMAD YAMIN.
Minister of Education, Teaching and Culture,
Sign MUHAMMAD YAMIN.

Diundangkan pada tanggal 21 Juli 1955.
Promulgated on July 21st, 1955.

Menteri Kehakiman,
ttd. DJODY GONDOKUSUMO.
The minister of Justice,
Sign DJODY GONDOKUSUMO.





MEMORI PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1955 TENTANG PERUBAHAN NAMA UNIVERSITEIT, UNIVERSITET DAN UNIVERSITIT, FACULTEIT, FACULTET DAN FAKULTIT MENJADI UNIVERSITAS DAN FAKULTAS.
MEMORY OF ELUCIDATION ON LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 10 YEAR 1955 ON THE CHANGE OF NAMES OF UNIVERSITEIT, UNIVERSITET AND UNIVERSITIT, FACULTEIT, FACULTET AND FACULTIT TO BE UNIVERSITAS AND FAKULTAS

Sebelum ada undang-undang ini maka tidak ada istilah dan nama badan yang seragam dalam Bahasa Indonesia guna mengganti istilah dan nama "Universiteit" dan "Faculteit", sehingga di Indonesia terdapat tiga buah universitas negeri dengan nama,
Before this law there were no uniform terms and names of instotution in the Indonesian language to replace the terms and names of "Universiteit" and "Faculteit", so that in Indonesia there are three state universities by name

1. Unversitet Indonesia (di Jawa-Barat),
2. Universitit Negeri Gajah Mada (di Jawa-Tengah),
3. Universitas Airlangga (di Jawa-Timur),
1. Universitet of Indonesia (in West Java),
2. State Universitit of Gadjah Mada (in Central Java),
3. Universitas Airlangga (in East Java),

yang berturut-turut terjadi atas beberapa Fakultet, Fakultit dan Fakultas. Ditinjau dari sudut kesatuan dan ilmu bahasa hal ini tidak dapat dibiarkan lebih lama lagi dan perlu ditetapkan suatu nama dan istilah yang sama untuk semua perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kekacauan dalam nama haruslah dihilangkan dengan memakai istilah yang seragam. Bahwa istilah dan nama Universitas dan Fakultas ialah istilah yang dipandang tepat dan sebaik-baiknya untuk mencapai keseragaman istilah, dan berasal dari kata-kata Latin. Dengan undang-undang ini ditetapkan pula, bahwa Universiteit van Indonesie dan Universitit Negeri Gajah Mada diubah namanya dalam bahasa Indonesia menjadi Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada, yang terjadi atas beberapa Fakultas. Selanjutnya bagi segala peraturan dan ketentuan istilah dan nama resmi untuk mengganti kata "universiteit" dan "faculteit" ialah "universitas" dan "fakultas".
which occurred respectively over several Facultet, Facultit and Facultas. Viewed from the point of unity and linguistics this can not be left any longer and need to be set a name and the same term for all state universities in Indonesia. The chaos in the name must be removed by using a uniform term. That the term and name of the Universitas and Fakultas is a term that is deemed appropriate and as good as possible to achieve the uniformity of the term, and derived from Latin words. The law also stipulates that Universiteit van Indonesie and Gajah Mada State Universitit are renamed in Indonesian to Universitas Indonesia and Universitas Gajah Mada, which occurred on several faculties. Furthermore, for all rules and the terms and official names to replace the words "universiteit" and "faculteit" are "universitas" and "fakultas".

-------------------------------- CATATAN *)
Rapat pleno terbuka D.P.R. ke-42 pada hari Jumat tanggal 10 Juni 1955 (P. 81/ 1955).
*) Disetujui D.P.R. dalam rapat pleno terbuka ke-42 pada hari Jum'at tanggal 10 Juni 1955 (P.81/1955)
Kutipan: LEMBARAN NEGARA DAN TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA TAHUN 1955 YANG TELAH DICETAK ULANG
-------------------------------- NOTE *)
Open plenary meeting D.P.R. (in Bahasa)  42nd on Friday,  June 10th, 1955 (P. 81/1955).
*) Approved D.P.R. in the 42nd open plenary meeting on Friday 10 June 1955 (P.81 / 1955)
Excerpt: STATE GAZETTE AND ADDITIONAL STATE GAZETTE OF THE 1955 STATE REGISTERED

Sabtu, 11 September 2021 Materi Kuliah Umum, “Eksistensi Kepala Bidang Pendidikan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) Departemen PBB TB (Pusat Bimbingan Belajar Tunas Bangsa) MPRT YMR (Majelis Pimpinan Rukun Tetangga Yayasan Mandailing Raya) di seluruh dunia yang dikonsentrasitaktiskan di Kabupaten Mandailing Natal" yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 0140/Agustus/2021.
Saturday, September 11th, 2021 Public Lecture material - e-teleconference, "The Existence of The Head of The Field of Education of The High School Education of The Department of The Centre for Study Tutoring  of Tunas Bangsa of  The Neighborhood Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation on worldwide is concerned and tacticed in Kabupaten Mandailing Natal" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biologic Gen Micron of All Time Number : 0140 / August / 2021.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2008
TENTANG
WAJIB BELAJAR
GOVERNMENT REGULATION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 47 YEAR 2008
ABOUT
MUST LEARN 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
BY THE GRACE OF GOD ALMIGHTY
PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA, 

Menimbang :
Considering :

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 34 ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Wajib Belajar;
that in the framework of implementing the provisions of Article 34 paragraph (4) of Law Number 20 Year 2003 regarding National Education System, it is necessary to stipulate a Government Regulation on Compulsory Learning

Mengingat :
Bearing in mind :

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);
1. Article 5 paragraph (2) of the 1945 Constitution of the State of the Republic of Indonesia;
2. Law of the Republic of Indonesia Number 20 Year 2003 regarding National Education System (State Gazette Year 2003 Number 78, Supplement to State Gazette Number 4301);

M E M U T U S K A N :
D E C I D E :

Menetapkan :
Assign :

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG WAJIB BELAJAR.
GOVERNMENT REGULATION REGARDING STUDENT OBLIGATIONS.

BAB I
KETENTUAN UMUM
CHAPTER I
GENERAL REQUIREMENTS

Pasal 1
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
Article 1
In this Government Regulation the meaning of : 

1. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.
2. Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
3. Sekolah Dasar yang selanjutnya disebut SD adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.
4. Madrasah Ibtidaiyah yang selanjutnya disebut MI adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar, di dalam pembinaan Menteri Agama.
5. Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disebut SMP adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat.
6. Madrasah Tsanawiyah yang selanjutnya disebut MTs adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat, di dalam pembinaan Menteri Agama.
7. Program paket A adalah program pendidikan dasar jalur nonformal yang setara SD.
8. Program paket B adalah program pendidikan dasar jalur nonformal yang setara SMP.
9. Pemerintah adalah Pemerintah pusat.
10. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, atau pemerintah kota.
11. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan nasional.
1. Compulsory education is a minimal education program to be followed by Indonesian citizens on the responsibilities of the Government and local governments.
2. Basic education is the level of education that underlies the level of secondary education, in the form of Elementary School and Madrasah Ibtidaiyah or other similar forms and junior high schools and madrasah tsanawiyah (MTs), or other similar forms.
3. Elementary School, hereinafter referred to as SD (in Bahasa) is one form of a formal education unit that provides general education at the level of basic education.
4. Madrasah Ibtidaiyah hereinafter referred to as MI (in Bahasa) is one form of formal education unit that conducts public education with the uniqueness of Islam at the level of basic education, in the development of the Minister of Religious Affairs.
5. Junior High School hereinafter referred to as junior high school is one form of a formal education unit that conducts general education at the primary level of education as a continuation of elementary, MI, or other equivalent forms.
6. Madrasah Tsanawiyah, hereinafter referred to as MTs, is one form of formal education unit that holds general education with the distinctiveness of Islam at the elementary level of education as a continuation of elementary, MI, or other similar forms, in the development of the Minister of Religious Affairs.
7. Package A program is a primary educational program of non formal equivalent elementary school.
8. Package B program is a non-formal primary education program equivalent to Junior High School.
9. Government is the Central Government.
10. Local government is the provincial government, district government, or municipal government.
11. Minister is the minister in charge of government affairs in the field of national education.

Sabtu, 18 September 2021 Materi Kuliah Umum, “Eksistensi Bidang Pendidikan SLTA
(Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) Departemen PBB TB (Pusat Bimbingan Belajar Tunas Bangsa) MPRT YMR (Majelis Pimpinan Rukun Tetangga Yayasan Mandailing Raya) di seluruh dunia yang dikonsentrasitaktiskan di Kabupaten Mandailing Natal" yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 0140/Agustus/2021.
Saturday, September 18th, 2021 Public Lecture material - e-teleconference, "The Existence of The Field of Education of The High School Education of The Department of The Centre for Study Tutoring  of Tunas Bangsa of  The Neighborhood Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation on worldwide is concerned and tacticed in Kabupaten Mandailing Natal" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biologic Gen Micron of All Time Number : 0140 / August / 2021.

BAB II
FUNGSI DAN TUJUAN
CHAPTER II
FUNCTION AND OBJECTIVES

Pasal 2
(1) Wajib belajar berfungsi mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara Indonesia.
(2) Wajib belajar bertujuan memberikan pendidikan minimal bagi warga negara Indonesia untuk dapat mengembangkan potensi dirinya agar dapat hidup mandiri di dalam masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Section 2
(1) Compulsory study functions to strive for expansion and equality of opportunities to obtain quality education for every Indonesian citizen.
(2) Compulsory education aims to provide minimal education for Indonesian citizens to be able to develop their potential in order to live independently in the community or continue education to a higher level.

BAB III
PENYELENGGARAAN
CHAPTER III
IMPLEMENTATION

Pasal 3
(1) Wajib belajar diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal.
(2) Penyelenggaraan wajib belajar pada jalur formal dilaksanakan minimal pada jenjang pendidikan dasar yang meliputi SD, MI, SMP, MTs, dan bentuk lain yang sederajat.
(3) Penyelenggaraan wajib belajar pada jalur pendidikan nonformal dilaksanakan melalui program paket A, program paket B, dan bentuk lain yang sederajat.
(4) Penyelenggaraan wajib belajar pada jalur pendidikan informal dilaksanakan melalui pendidikan keluarga dan/atau pendidikan lingkungan.
(5) Ketentuan mengenai penyetaraan pendidikan nonformal dan pengakuan hasil pendidikan informal penyelenggara program wajib belajar terhadap pendidikan dasar jalur formal diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.
Article 3
(1) Compulsory education is conducted on formal education, non formal education, and informal education.
(2) The implementation of compulsory education on formal channels shall be carried out at least at the level of primary education covering SD, MI, SMP, MTs, ( in Bahasa) and other equivalent forms.
(3) The implementation of compulsory education on non-formal education channels is implemented through package A, package B program, and other equivalent forms.
(4) Implementation of compulsory education on informal education channels is implemented through family education and / or environmental education.
(5) Provisions on the equalization of non-formal education and the recognition of informal educational outcomes of the compulsory education program providers of basic formal education shall be regulated in laws and regulations governing the administration and management of education. 

Pasal 4
Program wajib belajar diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah sesuai kewenangannya, atau masyarakat.
Article 4
The compulsory education program is administered by the Government, local government according to its authority, or the community.

Pasal 5
(1) Satuan pendidikan dasar penyelenggara program wajib belajar wajib menjaga keberlangsungan pelaksanaan program wajib belajar yang bermutu dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan.
(2) Satuan pendidikan dasar penyelenggara program wajib belajar wajib menerima peserta didik program wajib belajar dari lingkungan sekitarnya tanpa diskriminasi sesuai daya tampung satuan pendidikan yang bersangkutan.
(3) Penerimaan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada SD/MI atau yang sederajat tidak mempersyaratkan bahwa calon peserta didik yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini.
(4) Satuan pendidikan dasar penyelenggara program wajib belajar yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi administrasi berupa teguran, penghentian pemberian bantuan hingga penutupan satuan pendidikan yang bersangkutan.
Article 5
(1) The basic education unit of compulsory education program organizer must maintain the continuity of the implementation of compulsory education program and meet the National Education Standards.
(2) The basic education unit of compulsory education program organizer shall be obliged to accept learners of compulsory education program from the surrounding environment without discrimination according to the capacity of the unit of education concerned.
(3) The acceptance of students as referred to in paragraph (2) in SD / MI or equivalent does not require that the applicant concerned has completed the education of the early child.
(4) The basic education unit of the compulsory education program organizer violating the provisions referred to in paragraph (2) shall be liable to administrative sanctions in the form of reprimands, termination of assistance until closure of the educational unit concerned.

Sabtu, 25 September 2021 Materi Kuliah Umum, “Eksistensi Kepala Bidang Pendidikan SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) Departemen PBB TB (Pusat Bimbingan Belajar Tunas Bangsa) MPRT YMR (Majelis Pimpinan Rukun Tetangga Yayasan Mandailing Raya) di seluruh dunia yang dikonsentrasitaktiskan di Kabupaten Mandailing Natal" yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 0140/Agustus/2021.
Saturday, September 25th, 2021 Public Lecture material - e-teleconference, "The Existence of The Head of The Field of Education of Junior High School of The Department of The Centre for Study Tutoring  of Tunas Bangsa of  The Neighborhood Leadership Assembly of The Great Mandailing Foundation on worldwide is concerned and tacticed in Kabupaten Mandailing Natal" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biologic Gen Micron of All Time Number : 0140 / August / 2021.

BAB IV
PENGELOLAAN
CHAPTER IV
MANAGEMENT

Pasal 6
(1) Pengelolaan program wajib belajar secara nasional menjadi tanggung jawab Menteri.
(2) Koordinasi pengelolaan program wajib belajar pendidikan dasar tingkat provinsi menjadi tanggung jawab gubernur.
(3) Pengelolaan program wajib belajar pendidikan dasar tingkat kabupaten/kota menjadi tanggung jawab bupati/walikota.
(4) Pengelolaan program wajib belajar pada tingkat satuan pendidikan dasar menjadi tanggung jawab pemimpin satuan pendidikan dasar.
(5) Pengelolaan program wajib belajar pendidikan dasar di luar negeri menjadi tanggung jawab Kepala Perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri yang bersangkutan.
Article 6
(1) The management of the national education compulsory program shall be the responsibility of the Minister.
(2) The coordination of the compulsory education program of provincial level elementary education shall be the responsibility of the governor.
(3) The management of compulsory education program at the district / municipality level is the responsibility of the regent / mayor.
(4) The management of compulsory education programs at the elementary level of education shall be the responsibility of the leader of the elementary education unit.
(5) The management of elementary compulsory education program overseas shall be the responsibility of the Head of Representative of the Unitary State of the Republic of Indonesia abroad concerned.

Pasal 7
(1) Pemerintah menetapkan kebijakan nasional pelaksanaan program wajib belajar yang dicantumkan dalam Rencana Kerja Pemerintah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Rencana Strategis Bidang Pendidikan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang.
(2) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya berkewajiban menyelenggarakan program wajib belajar berdasarkan kebijakan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Penyelenggaraan program wajib belajar oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Rencana Strategis Daerah Bidang Pendidikan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.
(4) Pemerintah daerah dapat menetapkan kebijakan untuk meningkatkan jenjang pendidikan wajib belajar sampai pendidikan menengah.
(5) Pemerintah daerah dapat mengatur lebih lanjut pelaksanaan program wajib belajar, sesuai dengan kondisi daerah masingmasing melalui Peraturan Daerah.
(6) Ketentuan mengenai pelaksanaan program wajib belajar yang diatur oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (5) termasuk kewenangan memberikan sanksi administratif kepada warga negara Indonesia yang memiliki anak berusia 7 (tujuh) sampai dengan 15 (lima belas) tahun yang tidak mengikuti program wajib belajar.
Article 7
(1) The Government shall establish the national policies for the implementation of compulsory education programs as set forth in the Government Work Plan, the State Budget, the Education Strategic Plan, the Medium-Term Development Plan, and the Long-Term Development Plan.
(2) The Government and regional governments in accordance with their respective powers shall be obligated to undertake compulsory education programs pursuant to the national policy referred to in paragraph (1).
(3) The implementation of compulsory education programs by regional governments as referred to in paragraph (2) shall be stipulated in the Regional Government Work Plan, Regional Income and Expenditure Budget, Regional Strategic Plan for Education, Medium Term Development Plan, and Regional Long Term Development Plan.
(4) Local governments may set policies to increase the level of compulsory education through secondary education.
(5) The regional government may further regulate the implementation of compulsory education programs, in accordance with the conditions of their respective regions through regional regulations.
(6) Provisions concerning the implementation of compulsory education programs regulated by regional governments as referred to in paragraph (5) shall include the authority to impose administrative sanctions to Indonesian nationals having children aged 7 (seven) to 15 (fifteen) years who do not participate in the program of compulsory education.



Penjadwalan KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) tahun 2296 (dua ribu dua ratus sembilan puluh  enam) Masehi.
Scheduling The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference of Year 2296 (two thousand and two hundred and ninety six) AD (Anno Domino).

04 Januari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi Dasar Hukum Pembentukan Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing) sebagai Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, & Promosi Guru Besar (Profesor) untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing)yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 3432 / Desember / 2295.
January 04th, 2296 Material of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference “Existence of Founding Legal Standing of The Department of History Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University) as The Research of Essay/Thesis for Undergraduate Program, Thesis for Master, Dissertation, and Promoter of Professor for students of The Department of History Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University)" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biological Genetic Micron of All Time Number : 3432 / December / 2295.

11 Januari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi Dasar Hukum Pembentukan Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing) sebagai Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, & Promosi Guru Besar (Profesor) untuk mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing)yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 3432 / Desember / 2295.
January 11th, 2296 Material of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference “Existence of Founding Legal Standing of The Department of Educational Technology, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University) as The Research of Essay/Thesis for Undergraduate Program, Thesis for Master, Dissertation, and Promoter of Professor for students of The Department of Educational Technology, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University)" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biological Genetic Micron of All Time Number : 3432 / December / 2295.

18 Januari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi Dasar Hukum Pembentukan Jurusan PKLH (Pendidikan Kewarganegaraan dan Lingkungan Hidup), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing) sebagai Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, & Promosi Guru Besar (Profesor) untuk mahasiswa Jurusan PKLH (Pendidikan Kewarganegaraan dan Lingkungan Hidup), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing)yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 3432 / Desember / 2295.
January 18th, 2296 Material of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference “Existence of Founding Legal Standing of The Department of Education of Civic and Environment, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University) as The Research of Essay/Thesis for Undergraduate Program, Thesis for Master, Dissertation, and Promoter of Professor for students of The Department of Education of Civic and Environment, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University)" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biological Genetic Micron of All Time Number : 3432 / December / 2295.

25 Januari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi Dasar Hukum Pembentukan Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing) sebagai Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, & Promosi Guru Besar (Profesor) untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing)yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 3432 / Desember / 2295.

January 25th, 2296 Material of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference “Existence of Founding Legal Standing of The Department of Mathematic Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University) as The Research of Essay/Thesis for Undergraduate Program, Thesis for Master, Dissertation, and Promoter of Professor for students of The Department of Mathematic Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University)" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biological Genetic Micron of All Time Number : 3432 / December / 2295.

01 Februari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi Dasar Hukum Pembentukan Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing) sebagai Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, & Promosi Guru Besar (Profesor) untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM (Universitas Mandailing)yang terdapat dalam JBAR MGB SM (Jurnal Bulanan Analisis Riset Mikron Gen Biologis Sepanjang Masa) Nomor : 3433 / Januari / 2296.

February 01st, 2295 Material of The Public Lecture of Afternoon Saturday of All Time with Electronic Teleconference “Existence of Founding Legal Standing of The Department of Economic Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University) as The Research of Essay/Thesis for Undergraduate Program, Thesis for Master, Dissertation, and Promoter of Professor for students of The Department of Economic Education, The Faculty of Teacher Training and Education Science of MU (Mandailing University)" contained in The Monthly Journal of Research Analysis of Biological Genetic Micron of All Time Number : 3433 / January / 2296.

08 Februari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
15 Februari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
22 Februari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
29 Februari 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

07 Maret 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
14 Maret 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
21 Maret 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
28 Maret 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

04 April 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
11 April 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
18 April 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
25 April 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

02 Mei 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
09 Mei 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
16 Mei 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
23 Mei 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
30 Mei 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

06 Juni 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
13 Juni 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
20 Juni 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
27 Juni 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

04 Juli 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
11 Juli 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
18 Juli 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
25 Juli 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

01 Agustus 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
08 Agustus 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
15 Agustus 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
22 Agustus 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
29 Agustus 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

05 September 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
12 September 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
19 September 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
26 September 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

03 Oktober 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
10 Oktober 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
17 Oktober 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
24 Oktober 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
31 Oktober 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

07 Nopember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
14 Nopember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
21 Nopember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
28 Nopember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

05 Desember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
12 Desember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi
19 Desember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

26 Desember 2296 materi KUM S3 MET (Kuliah Umum Sabtu Sore Sepanjang Masa Electronic Teleconference) “Eksistensi

  
Sumber (Source) :
3.    Google Translate


Banggua, Desa Roburan Lombang, 01 Agustus 2021
Banggua, Desa Roburan Lombang, August 01st, 2021